IoMT Bed Exit Alarm
Keselamatan Pasien Dimulai Sebelum Pasien Jatuh
Tentang aplikasi
IoMT Bed Exit Alarm merupakan aplikasi pemantauan bed exit alarm yang mengintegrasikan perangkat alarm tempat tidur dengan sistem informasi berbasis jaringan. Sistem ini dirancang untuk membantu perawat mengetahui ketika pasien berisiko jatuh mulai turun atau meninggalkan tempat tidur tanpa pendampingan.
Ketika perangkat mendeteksi bed rail terbuka oleh pasien/keluarga, alarm akan aktif dan notifikasi dikirimkan ke komputer atau smartphone petugas yang berwenang. Perawat dapat segera melakukan verifikasi kondisi pasien dan memberikan bantuan sesuai kebutuhan.
Aplikasi ini mendukung upaya rumah sakit dalam meningkatkan keselamatan pasien, mempercepat respons petugas, serta memperkuat pelaksanaan program pencegahan pasien jatuh.
Fitur utama aplikasi
- Bed Exit DetectionSistem menerima sinyal dari perangkat bed exit alarm ketika bed rail terbuka.
- Notifikasi Real-timeMemberikan peringatan kepada petugas melalui aplikasi komputer atau smartphone agar potensi risiko dapat segera ditindaklanjuti.
- Dashboard PemantauanMenampilkan status perangkat dan tempat tidur yang terhubung, lokasi pasien berdasarkan identitas bed, serta status alarm sesuai kemampuan integrasi perangkat.
- Respons dan Tindak LanjutMembantu perawat mengenali alarm yang membutuhkan tindakan, melakukan verifikasi langsung, dan mendokumentasikan tindak lanjut apabila fitur pencatatan tersedia.
- Monitoring dan EvaluasiMendukung evaluasi kejadian alarm, waktu respons, kondisi perangkat, dan tren risiko pasien jatuh berdasarkan data yang tersedia.
Bagaimana sistem bekerja?
- Pasien berada di tempat tidurBed exit alarm dipasang dan diaktifkan sesuai asesmen risiko dan prosedur klinis.
- Perangkat mendeteksi bed exitAlarm aktif ketika bed rail terbuka.
- Notifikasi dikirimkanInformasi alarm diteruskan ke aplikasi melalui jaringan yang tersedia.
- Perawat melakukan verifikasi dan tindakanPetugas segera memeriksa pasien, memberikan bantuan, dan mencatat tindak lanjut sesuai prosedur.
Siapa yang menggunakan aplikasi?
- Perawat pelaksana
- menerima notifikasi, memverifikasi kondisi pasien, dan melakukan tindakan.
- Kepala ruangan atau perawat penanggung jawab
- memantau status alarm dan tindak lanjut di unit.
- Tim keselamatan pasien dan mutu
- mengevaluasi pola alarm, kepatuhan tindak lanjut, serta indikator pencegahan jatuh.
- Tim teknologi informasi dan elektromedis
- memantau konektivitas, fungsi perangkat, pemeliharaan, dan gangguan teknis sesuai kewenangan.
Manfaat bagi rumah sakit
- Meningkatkan keselamatan pasien
- Membantu mencegah kejadian jatuh melalui deteksi dini dan respons petugas terhadap upaya pasien turun dari tempat tidur
- Mempercepat respons perawat
- Notifikasi memberikan informasi tambahan ketika petugas tidak sedang berada di sisi tempat tidur pasien
- Mendukung efisiensi pemantauan
- Memudahkan pemantauan beberapa tempat tidur dari satu dashboard tanpa menghilangkan kebutuhan observasi langsung
- Mendukung peningkatan mutu
- Data alarm dan tindak lanjut dapat menjadi bahan evaluasi program pencegahan pasien jatuh
Komitmen terhadap keselamatan pasien
Bed exit alarm merupakan alat bantu keselamatan, bukan pengganti pengawasan klinis. Efektivitasnya bergantung pada asesmen risiko jatuh, pemilihan perangkat yang tepat, pengaturan alarm, konektivitas, kesiapan petugas, serta respons yang cepat dan sesuai prosedur.